Perkembangan Suatu Kawasan Industri

Perkembangan Suatu Kawasan Industri

Perkembangan Suatu Kawasan Industri

Perkembangan dari suatu kawasan (region) berasal dari satu titik, yaitu pusat kota yang dalam tahap selanjutya bersifat menyebar. Setiap perkembangan yang terjadi pada suatu kawasan, terutama dalam kaitannya dengan sektor industri, akan memberikan pengaruh yang cukup besar dalam mendorong perkembangan sektor-sektor lainnya. Maka, dapat dikatakan pula bahwa perkembangan suatu kawasan mempunyai dampak terhadap perkembangan kota yang berada di sekitarnya.

Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan kawasan industri tersebut adalah terdapatnya sarana transportasi yang memadai. Peranan sarana transportasi ini sangat penting bagi suatu kawasan untuk menyediakan aksesibilitas bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akan barang dan jasa, serta untuk meningkatkan kehidupan sosial ekonomi. Semakin kecil biaya transportasi antara lokasi bahan baku menuju pabrik dan dari pabrik menuju pasaran (market), maka jumlah biaya yang dikeluarkan untuk mengangkut bahan baku maupun hasil produksi juga akan semakin rendah.

Gambaran Umum dari Kabupaten Tuban
Kabupaten Tuban terletak pada 111,30’-112,35’ Bujur Timur dan 6,40’-7,18’ Lintang Selatan. Adapun, batas-batas administratif dari Kabupaten Tuban, yaitu:
Utara : Laut Jawa
Selatan : Kabupaten Bojonegoro
Timur : Kabupaten Lamongan
Barat : Propinsi Jawa Tengah

Luas wilayah daratan Kabupaten Tuban adalah 1.839,94 km2 dengan panjang pantai 65 km dan luas wilayah lautan sebesar 22.608 km2. Luas wilayah 1.839,94 km2 terbagi dalam 19 kecamatan, 311 desa, dan 17 kelurahan. Berdasarkan data tahun 2004 dapat diketahui bahwa jumlah penduduk laki-laki 535.655 orang dan penduduk perempuan berjumlah 548.728 jiwa atau secara keseluruhan mencapai 1.084.383 jiwa. Tingkat kepadatan penduduk mencapai 589 orang untuk setiap 1 km2.

Potensi ekonomi yang telah berkembang di Kabupaten Tuban antara lain tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan, kayu pertukangan dan kayu bakar, industri pengolahan besar dan sedang, industri kecil dan kerajinan rumah tangga, perdagangan, hotel, dan restoran, serta hasil tambang, seperti pasir kwarsa, tanah liat, batu kapur, dan batu dolomite.

Perkembangan Kawasan Industri di Kabupaten Tuban
Industrialisasi merupakan suatu proses yang mengubah sistem masyarakat yang semula bercorak agrikultural menjadi industri. Di dalam proses ini, segala aspek masyarakat seperti kebudayaan dan faktor lingkungan ikut bergeser. Hal tersebut dialami pula oleh masyarakat di Kabupaten Tuban.

Perkembangan industri di Tuban memiliki dua buah pola, yaitu industri berskala kecil dan menengah yang muncul secara alami sebagai akibat dari kemudahan transportasi di jalur pantura, serta industri berskala besar (misalnya, industri semen). Kabupaten Tuban memiliki sumber daya kekayaan laut, minyak bumi, bahan tambang, dan sebagainya. Hal ini menyebabkan kedatangan para investor yang ingin menanamkan modalnya di Tuban.

Kawasan industri di Tuban terdapat di hampir seluruh kecamatan. Namun, salah satu kecamatan yang paling menonjol adalah Kecamatan Kerek, yang memiliki berbagai jenis industri dan telah menjadi ikon dari kecamatan iti sendiri, seperti industri batik tulis tradisional yang disebut Batik Gedog, serta beberapa industri besar (industri semen, misalnya PT Semen Gresik dan PT Holcim).

Baca Juga :