Indonesian Batik Festival, Cara KBRI Dhaka

Indonesian Batik Festival, Cara KBRI Dhaka

Indonesian Batik Festival, Cara KBRI Dhaka

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI)

Dhaka yang memiliki wilayah rangkapan Nepal menggelar “Indonesian Batik Festival” di kota Kathmandu pada 4-5 Juli 2019. Festival itu menjadi cara untuk memperkenalkan batik khas RI kepada masyarakat Nepal.

“Melalui Indonesian Batik Festival kami ingin memperkenalkan Batik Indonesia dengan sejarah dan filosofi di baliknya kepada masyarakat Nepal, mengingat batik merupakan wujud dari budaya dan seni yang merupakan warisan kekayaan budaya Indonesia yang patut dibanggakan,” kata Duta Besar RI untuk Bangladesh merangkap Nepal, Rina P Soemarno.

“Batik Indonesia merupakan bagian dari tradisi yang telah berlangsung ratusan tahun dan telah diakui UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity. Sekarang, batik muncul sebagai bagian dari gaya berbusana masyarakat urban yang modern dan adaptif,” lanjut Dubes Rina, dalam keterangan pers KBRI Dhaka yang diterima SINDOnews.com, Selasa (9/7/2019).

Festival batik ini merupakan yang pertama kalinya digelar di Nepal.

Dalam pelaksanaannya, KBRI Dhaka bekerja sama dengan Kantor Konsul Kehormatan Indonesia di Nepal, Chandra Prasad Dhakal.

Konsul Kehormatan RI tersebut juga menunjuk Miss Nepal 2016

Asmi Shresta, sebagai duta atau brand ambassador dari Indonesian Batik Festival. Asmi Shresta mengaku bangga sekaligus terhormat dapat ditunjuk sebagai Duta Indonesian Batik Festival.

Menurut Ratu Kecantikan Nepal tersebut, negaranya cukup terbuka dan dapat menerima dengan baik pengaruh budaya dari luar. Terlebih, kata dia, Indonesia dan Nepal memiliki banyak kesamaan dalam hal budaya. Dia yakin batik Indonesia dapat diterima dengan baik di Nepal.

“Indonesian Batik Festival telah membuka peluang bagi pecinta fashion di Nepal untuk lebih dapat mengeksplorasi kekayaan budaya lain dalam berbusana dan menjadikannya sebagai inspirasi,” ujarnya.