Arti Sejarah Pada Umumnya

Arti Sejarah Pada Umumnya

Arti Sejarah Pada Umumnya

a)    Definisi Sejarah

Kata sejarah dalam bahasa Indonesia adalah sama dengan history (Inggris), Geschichte (Jerman) atau Geschiedenis (Belanda). Dari uraian tersebut kurang lebih memiliki pengertian yang sama. Menurut kamus-kamus ada beberapa definisi diantaranya:

·        History (The Concise Oxford dictionary)

·        Geschichte (Deustches Woterbuch von L. Mackensen)

·        Geschiedenis (Verkland handwoordenboek der Nederlandse Taal)

·        Sejarah (Kamus Umum Bahasa Indonesia)

Maka dengan singkat dapat ditegaskan bahwa sejarah itu berarti:

1)      Jumlah perubahan, kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa  dalam kenyataan sekitar kita

2)      Cerita tentang perubahan

3)      Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan

Cerita dan perubahan-perubahan tersebut pada dasarnya merupakan kegiatan-kegiatan manusia. Sejarah serba subjek artinya sejarah buatan manusia. Sedangkan sejarah serba objek adalah jumlah kejadian, peristiwa, perubahan-perubahan secara keseluruhan.

b)      Sejarah Serba Objek dan Sumber-sumber Sejarah

Sejarah sebagai objek yakni seluruh kegiatan baik perkembangan dan perubahan-perubahan serta peristiwa-peristiwa yang telah terjadi. Sedangkan sumber-sumber sejarah adalahsurat kabar dan majalah, keduanya member informasi mengenai politik, ekonomi, kebudayaan, penderitaan umum, dan peraturan-peraturan. Selain itu majalah dan Koran selalu memberikan intisari dan ikhtisar atau rangkuman berita selama sepekan ,satu bulan ,maupun satu tahun. Sumber berita yang lainnya yakni radio.

c)      Sifat Sumber-sumber Sejarah

Pada dasarnya sifat yang dimiliki dari sumber-sumber sejarah dipengaruhi oleh perhatian dari manusia. Saat perhatian itu mulai menghilang maka sifat sumber sejarah menjadi tidak dapat dengan detail atau kurang di pahami oleh manusia tersebut. Sedangkan di saat manusia mulai perhatian dengan sumber sejarah maka akan semakin meluas dan banyak jumlah sumber sejarah yang muncul.

Dirangkum dari (R.Moh.Ali. 1963. Pengantar Ilmu Sejarah. Jakarta : Bhratara)

Pengantar Ilmu Sejarah

1)      Pengertian Sejarah Secara Umum

                             Sebelum mengenal apa itu ilmu pengantar sejarah, kita harus tahu apa pengertian sejarah. Kata Inggris History bersala dari bahasa Yunani Istoria yang berarti ilmu. Istoria berarti suatu penelaahan sistematis mengenai seperangkat gejala alam,entah susunan kronologis merupakan factor atau tidak di dalam penelaahan, penggunaan itu meskipun jarang, masih tetap hidup di dalam bahasa Inggris yang disebut natural history, (Louis Gottschalk, 1975 : 27).

2)      Tujuan dan Manfaat Sejarah

a.       Tujuan sejarah memiliki 2 aspek:

Pertama;Untuk memenuhi rasa ingin tahu peristiwa-peristiwa masa lampau, bagaimana deskripsi peristiwa, sebab akibat peristiwa itu terjadi dan sebagainya.

Kedua ;Untuk lebih mengetahui apakah sejarah itu seni atau disiplin ilmu.

b.      Manfaat Ilmu Sejarah

Dengan mengetahui apa itu sejarah, maka dapat kita ambil manfaat dari pengajaran ilmu sejarah tersebut yakni kita dapat lebih berhati-hati agar suatu kegagalan itu tidak terulang lagi. Seorang Filosof cina berkata “Sejarah itu mengajarkan kita untuk bertindak bijaksana” (Kansil. 1986. 1). Menurut Cicero (Seorang ahli sejarah Yunani) berkata ”History of Magistra Vitae” artinya sejarah bermanfaat sebagai guru yang baik”sehingga terciptalah sebuah cerita sejarah yang berdasarkan pada kenyataan, dalam bentuk peninggalan atau sumber sejarah. Selain itu sejarah juga bermanfat menambah wawasan berpikir kita. Faktor Pendorong, Penghambat dan Penyebab Perubahan Sosial Budaya

3)      Definisi Sejarah

Ada beberapa definisi sejarah menurut para ahli, salah satu ahli yang mengemukakan tentang definisi dan batasan sejarah Prof. Bernheim mengatakan bahwa sejarah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perbuatan manusia dalam perkembangannya sebagai makhluk social, (Bernheim, 1961 : 215). Selain itu ada banyak pendapat tentang sejarah menurut para ahli, alah satunya yakni Herodotus (484-425 B.C). “Sejarah tidak berkembang ke arah depan serta dengan tujuan yang pasti, melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia, yaitu: Hybris dan Memesis. Segala peristiwa dipengaruhi oleh perbutan-perbuatan dewa atau tergantung kemauan dewa.

4)      Karakteristik dan kedudukan sejarah

Karakteristik :

·         Memiliki tujuan

·         Memiliki metode

·         Sistematis

·         Empiris

·         Rasional dan Objektif

·         Dapat diverifikasi

Kedudukan : memperoleh kedudukan sebagai ilmu setelah berbagai peristiwa disoroti sebagai suatu permasalahan.

5)      Pembabakan Sejarah

Pembabakan sejarah adalah salah satu proses strukturisasi waktu dalam sejarah dengan pembagian atas beberapa babak, zaman atau periode. Selain pengertian, pembabakan waktu memiliki tujuan yakni ;

·         Memudahkan pengertian

·         Melakukan penyederhanaan

·         Mengetahui peristiwa sejarah secara kronologis

·         Untuk memenuhi persyaratan sistematika ilmu pengetahuan

·         Memudahkan klasifikasi dalam ilmu sejarah

Kriteria dalam pembabakan waktu:

§  Berdasarkan satuan waktu kronologis

§  Berdasarkan pergantian generasi

§  Berdasarkan Dinasti

§  Berdasarkan Perjuangan

§  Berdasarkan Evolusionisme

§  Berdasarkan proses Integrasi

§  Babakan waktu dunia dan Indonesia

6)      Ilmu Bantu Sejarah

Menurut Von Humboldt, ialah: Philologi(menyelidiki dokumen bahasa), Paleografi(Menulis tentang macam tulisan purba), Ilmu tentang dokumen(naskah-naskah tulisan tangan), Heraldik(Lambang-lambang), Numismatik(Ilmu mata uang kuno). Menurut Louis G, ilmu bantu sejarah : Epigrafi, Sogillografi, Genealogi, Bibliografi, Lexiografi, Arkeologi.

7)      Hubungan anatara Sejarah dengan Ilmu yang Lainnya

Antara lain dengan ilmu: Eksakta dan Ilmu kemanusiaan, Eksakta dan Ilmu Sosial, Ilmu Sosial dengan Humaniora.

8)      Pentingnya Manusia Mengetahui Sejarah                                                 Dari mempelajari sejarah, manusia akan bercermin dan menilai perbuatan mana yang baik dan perbuatan mana yang sekiranya buruk. Sehingga manusia akan lebih berhati-hati dalam bersikap.                                    Selain itu dengan mempelajari sejarah, manusia akan mampu memprediksi sekaligus mengetahui upaya-upaya dalam mengantisipasi kecenderungan-kecenderungan yang akan terjadi pada masa yang akan datang.

Sumber Materi : https://guruips.co.id/