65 Karya Guru Seni Budaya se-Indonesia Dipamerkan dalam “Alur”

65 Karya Guru Seni Budaya se-Indonesia Dipamerkan dalam “Alur”

65 Karya Guru Seni Budaya se-Indonesia Dipamerkan dalam “Alur”

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Galeri Nasional Indonesia (GNI)

menggelar Pameran Seni Rupa Karya Guru Seni Budaya yang diberi tajuk “Alur”. Sebanyak 65 karya guru seni budaya dari berbagai wilayah di tanah air dipamerkan dalam “Alur”. Mereka terpilih dari 333 orang dari 25 provinsi yang mendaftarkan karyanya untuk mengikuti pameran “Alur”.

Kepala Galeri Nasional Indonesia, Tubagus ‘Andre’ Sukmana mengatakan, 65 peserta yang karyanya lolos seleksi dalam “Alur” tersebut berasal dari 60 sekolah di 17 provinsi di Indonesia. “Terpilih sebanyak 65 karya dengan berbagai pendekatan material, media, dan teknik, meliputi lukisan, patung, instalasi, objek, komik, keramik, grafis, drawing, batik, dan media pembelajaran,” ujar Andre, saat pembukaan Pameran Seni Rupa “Alur”, di Gedung Ki Hadjar Dewantara Kemendikbud, Jakarta, Senin (25/4/2016).

Karya-karya tersebut dilihat dari segi tema, didominasi kritik sosial. Ada yang menerjemahkan kritik

sosial melalui simbolisasi tokoh-tokoh pewayangan, ada pula yang memilih pendekatan teknik lukis super realis yang prima. Pameran ini semakin berbobot dengan adanya upaya beberapa guru yang melakukan eksplorasi media, juga keterampilan menggambar dengan menggunakan ballpoint atau tinta cina. Berbagai latar belakang budaya, sosial, dan geografi para peserta menjadi kekuatan masing-masing karya.

Mendikbud Anies Baswedan pun memuji karya-karya guru seni budaya yang ditampilkan di Pameran “Alur”.

Ia mengatakan, anak-anak bisa belajar, tidak hanya dari kata-kata para gurunya, melainkan juga dari karya nyata guru-gurunya.

“Rasanya kita bisa optimis bahwa Indonesia nanti akan punya anak-anak yang akan bisa menjadi seniman hebat karena guru-guru seninya adalah seniman yang hebat,” katanya saat memberikan sambutan dalam pembukaan “Alur”.

Mendikbud juga berharap karya-karya guru seni budaya tersebut bisa menyengat anak-anak untuk menghasilkan karya-karya yang lebih hebat dari guru-gurunya. Ia juga mengundang para profesional dan pekerja yang bekerja di sekitar daerah Senayan dan Sudirman, untuk mengunjungi “Alur” di Gedung Ki Hadjar Dewantara Kemendikbud saat istirahat makan siang. “Saksikan karya-karya guru seni yang belum tentu namanya dikenal dalam percaturan seni Indonesia, tapi karyanya tidak kalah dengan seniman yang namanya sudah dikenal,” tutur Mendikbud.

 

Sumber :

https://www.ayoksinau.com/